1. Perangkat lunak utama ( disini )
2. Sistem keamanan jaringan ( disini )
3. Sistem Administrasi jaringan ( disini )
Proses setup/Instalasi Perangkat Lunak
1. Pada umumnya file instalasi untuk sistem operasi Windows memiliki ekstensi .exe walaupun filenya disimpan pada file rar atau zip. Untuk mulai install double klik software yang akan Anda install.2. Anda akan dibawa ke halaman pembuka biasanya Anda akan diberikan informasi persetujuan untuk menyetujui lisensi yang pada software tersebut. Baca dan klik I Agree.
3. Beberapa software, kita diberikan kebebasan untuk menentukan tipe atau format instalisasi. Atau juga kita biarkan default kemudian klik Next.
4. Memilih tampilan icon yang biasanya muncul pada dekstop dan Next.
5. Pilih lokasi install tetapi biarkan default karena biasanya software yang Anda install berada pada data C:\Program Files. Tetapi jika Anda ingin menempatkan didrive/folder lain. Jika sudah lalu Next.
6. Kemudian Anda klik install dan selesai
7. Cek icon software di dekstop komputer Anda untuk proses software instalasi berhasil.
B.) Koneksi Kendali Peranti
Pengendalian Piranti melalui Jaringan Internet Sistem pengendalian piranti dapat diartikan dengan sistem yang mampu melakukan proses kendali terhadap piranti yaitu mampu mengaktifkan dan menonaktifkan piranti tersebut serta dapat mengetahui kondisi sebenarnya dari piranti yaitu apakah setelah aktifkan, piranti benar-benar aktif atau bila dinonaktifkan, kondisi piranti benar benar nonaktif.
Berikut akan dijelaskan secara lebih rinci dari semua jenis perangkat jaringan secara garis besar.
1. Ethernet (disini)
Hub merupakan salah satu perangkat jaringan komputer yang sudah dianggap kuno yang tidak bisa memanfaatkan bandwidth jaringan dengan efisien. Makanya kita tidak akan memakai perangkat Hub ini, akan tetapi setidaknya kita harus tahu kenapa piranti Hub ini tidak popular dan tidak direkomendasikan dalam infrastruktur system jaringan.
Ethernet Hub beroperasi pada layer 1 pada model OSI yang berfungsi sebagai repeater multiport atau hanya sebagai amplifier saja. Perangkat Hub memakai bandwidth terbatas (10Mbps) secara bersama-sama dengan semua piranti jaringan membentuk satu collision domain dan satu broadcast domain. Karena mekanisme kendali collision CSMA/CD dan juga keterbatasan berbagi Ethernet, Hub secara efectif hanya mengijinkan keluaran jaringan terbaik pada 30-40% saja. Bandwidth ini kemudian dibagi secara bersama-sama antar semua piranti jaringan dalam LAN. Pada trafik jaringan dengan transmisi rate yang sangat tinggi, pemakaian collision domain tunggal (topology Hub) menghasilkan statistic data collision yang sangat tinggi, terputusnya client; dan data transmisi yang berulang.

Piranti Jaringan – Hub
Penggunaan Hub berkecepatan tinggi akan menghasilkan kinerja jaringan yang sangat buruk, data collision yang berlebihan, dan berpotensi pada performa yang terputus-putus (time-out) bahkan putus sama sekali terhadap jaringan. Hubs juga memungkinkan data disusupi dan informasi sensitive bisa dicegat.
2. Switch (disini)
Switch merupakan perangkat jaringan komputer yang bisa menaikkan kinerja tingkat keluaran jaringan lebih besar. Switch memungkinkan kita mengupgrade atau migrasi ke jaringan campuran 10/100 Mbps atau bahkan lebih tinggi, dan jauh mengurangi pengaruh dari data collision pada jaringan.Switch yang cerdas menawarkan berbagai kinerja dan kemampuannya untuk melaksanakan kendali multicast (perlu dalam aplikasi konferensi video). Beberapa switch juga mendukung kemampuan untuk pelaksanaan agregasi link khusus yang bisa memberikan tambahan bandwidth kepada LAN jika diperlukan. Dalam Windows server 2012 OS memberikan fitur NIC teaming yang memungkinkan kita menggabungkan dua atau lebih NIC adapter menjadi satu bandwidth atau bersifat redundansi dan failover.
Switch mempunyai mempunyai karakteristik seperti berikut:
1. Mempelajari address MAC dari perangkat jaringan yang terhubung kepadanya.
2. Table address MAC dibangun dan dipelihara
3. Frame broadcast/multicast di lepas ke semua port
Perangkat jaringan komputer Switch yang bagaimana yang direkomendasikan untuk diterapkan dalam suatu system jaringan?
1. Bisa memberikan koneksi switch minimum 100 Mbps kepada desktop
2. Bisa memberikan koneksi switch 1Giga kepada server atau inter-switch (uplink)
3. Mendukung command line, SNMP v2 dan Telnet
4. Mendukung Spanning Tree Protocol (STP)
5. Mendukung VLAN
6. Mendukung virtual trunking protocol untuk koneksi VLAN antar switch-switch
7. Mendukung protocol STP per VLAN basis
8. Bisa mendukung IP multicast

Tidak ada komentar:
Posting Komentar